Selasa, 02 September 2025

 

Apa itu Sholawat Nariyah?

Sholawat Nariyah adalah salah satu bentuk pujian dan doa kepada Nabi Muhammad . Ia dikenal luas di kalangan umat Islam, terutama di dunia pesantren dan majelis-majelis zikir. Nama **“Nariyah”** sering dikaitkan dengan doa yang diharapkan mampu *“menyulut api semangat”* (dari kata *nār* = api) dalam memperoleh pertolongan, kemudahan, dan keberkahan hidup.

Banyak ulama dan jamaah meyakini bahwa sholawat ini mengandung keutamaan besar, seperti:

* Memudahkan rezeki.

* Menghilangkan kesempitan hidup.

* Mendatangkan ketenangan hati.

* Menjadi wasilah turunnya pertolongan Allah.

2. Asal-usul Sholawat Nariyah

Sholawat ini dikenal pula dengan nama **Sholawat Tafrījiyyah**, karena isinya adalah doa untuk “tafrīj al-kurūb” (melepaskan segala kesulitan dan kesusahan).

Beberapa riwayat menyebutkan, sholawat ini pertama kali disusun oleh seorang ulama besar bernama **Syekh Ibrahim bin ‘Ali at-Tazi (w. 866 H / 1460 M)**, seorang wali Allah yang dikenal luas di Afrika Utara (Maghrib, Maroko).

Oleh karena itu, di sebagian tempat sholawat ini disebut juga **Sholawat Tazi**.

3. Dalam Kitab Apa Sholawat Nariyah Ditemukan?

Sholawat Nariyah dikenal luas karena banyak dikutip dan dimuat dalam beberapa kitab kumpulan sholawat dan hizib, di antaranya:

Kitab Qurratul ‘Uyun** karya Syekh Yusuf at-Tadzi.

Kitab Khozinatul Asrar** karya Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili.

Juga ditemukan dalam kumpulan wirid para ulama sufi di Afrika Utara.

Dari kitab-kitab inilah sholawat ini kemudian menyebar ke Timur Tengah, lalu sampai ke Nusantara melalui ulama-ulama sufi dan wali-wali penyebar Islam.

4. Ulama yang Mengajarkan Sholawat Nariyah

Para ulama sufi, khususnya dari **Thariqah Syadziliyah** dan cabang-cabangnya, banyak meriwayatkan serta mengajarkan Sholawat Nariyah.

Di Nusantara, sholawat ini diperkenalkan dan diamalkan oleh ulama-ulama besar pesantren, seperti:

 

Ulama Wali Songo.

Ulama-ulama di Aceh, Jawa, dan Madura.

Hingga sekarang diamalkan luas di majelis taklim, zikir, dan acara Maulid Nabi.

 

5. Keutamaan Membaca Sholawat Nariyah

Beberapa ulama menyebutkan faedah khususnya, misalnya:

40 kali sehari**: untuk dimudahkan rezeki.

313 kali**: untuk mewujudkan hajat besar.

4444 kali**: untuk mengangkat bala besar, dengan izin Allah.

 

Namun semua itu kembali pada keyakinan, karena inti utamanya adalah *mengirimkan sholawat sebagai tanda cinta pada Nabi Muhammad *, bukan sekadar mengejar faedah duniawi.

 

Sholawat Nariyah adalah salah satu sholawat populer yang berasal dari ulama Maghribi bernama **Syekh Ibrahim at-Tazi**. Sholawat ini banyak dimuat dalam kitab-kitab wirid sufi, seperti *Khozinatul Asrar*. Ulama Nusantara kemudian menyebarkan amalan ini sehingga dikenal luas hingga hari ini, diyakini membawa keberkahan, rezeki, dan pertolongan Allah bagi yang istiqamah mengamalkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Apa itu Sholawat Nariyah? Sholawat Nariyah adalah salah satu bentuk pujian dan doa kepada Nabi Muhammad ﷺ . Ia dikenal luas di kalangan ...