Apa itu Sholawat
Nariyah?
Sholawat Nariyah adalah
salah satu bentuk pujian dan doa kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Ia dikenal luas di kalangan umat Islam, terutama di dunia pesantren dan
majelis-majelis zikir. Nama **“Nariyah”** sering dikaitkan dengan doa yang
diharapkan mampu *“menyulut api semangat”* (dari kata *nār* = api) dalam
memperoleh pertolongan, kemudahan, dan keberkahan hidup.
Banyak ulama dan jamaah
meyakini bahwa sholawat ini mengandung keutamaan besar, seperti:
* Memudahkan rezeki.
* Menghilangkan
kesempitan hidup.
* Mendatangkan
ketenangan hati.
* Menjadi wasilah
turunnya pertolongan Allah.
2. Asal-usul Sholawat
Nariyah
Sholawat ini dikenal
pula dengan nama **Sholawat Tafrījiyyah**, karena isinya adalah doa untuk
“tafrīj al-kurūb” (melepaskan segala kesulitan dan kesusahan).
Beberapa riwayat
menyebutkan, sholawat ini pertama kali disusun oleh seorang ulama besar bernama
**Syekh Ibrahim bin ‘Ali at-Tazi (w. 866 H / 1460 M)**, seorang wali Allah yang
dikenal luas di Afrika Utara (Maghrib, Maroko).
Oleh karena itu, di sebagian
tempat sholawat ini disebut juga **Sholawat Tazi**.
3. Dalam Kitab Apa
Sholawat Nariyah Ditemukan?
Sholawat Nariyah
dikenal luas karena banyak dikutip dan dimuat dalam beberapa kitab kumpulan sholawat
dan hizib, di antaranya:
Kitab Qurratul ‘Uyun**
karya Syekh Yusuf at-Tadzi.
Kitab Khozinatul
Asrar** karya Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili.
Juga ditemukan dalam
kumpulan wirid para ulama sufi di Afrika Utara.
Dari kitab-kitab inilah
sholawat ini kemudian menyebar ke Timur Tengah, lalu sampai ke Nusantara
melalui ulama-ulama sufi dan wali-wali penyebar Islam.
4. Ulama yang
Mengajarkan Sholawat Nariyah
Para ulama sufi,
khususnya dari **Thariqah Syadziliyah** dan cabang-cabangnya, banyak
meriwayatkan serta mengajarkan Sholawat Nariyah.
Di Nusantara, sholawat
ini diperkenalkan dan diamalkan oleh ulama-ulama besar pesantren, seperti:
Ulama Wali Songo.
Ulama-ulama di Aceh,
Jawa, dan Madura.
Hingga sekarang
diamalkan luas di majelis taklim, zikir, dan acara Maulid Nabi.
5. Keutamaan Membaca
Sholawat Nariyah
Beberapa ulama menyebutkan
faedah khususnya, misalnya:
40 kali sehari**: untuk
dimudahkan rezeki.
313 kali**: untuk
mewujudkan hajat besar.
4444 kali**: untuk
mengangkat bala besar, dengan izin Allah.
Namun semua itu kembali
pada keyakinan, karena inti utamanya adalah *mengirimkan sholawat sebagai tanda
cinta pada Nabi Muhammad ﷺ*, bukan sekadar
mengejar faedah duniawi.
Sholawat Nariyah adalah
salah satu sholawat populer yang berasal dari ulama Maghribi bernama **Syekh
Ibrahim at-Tazi**. Sholawat ini banyak dimuat dalam kitab-kitab wirid sufi,
seperti *Khozinatul Asrar*. Ulama Nusantara kemudian menyebarkan amalan ini
sehingga dikenal luas hingga hari ini, diyakini membawa keberkahan, rezeki, dan
pertolongan Allah bagi yang istiqamah mengamalkannya.